Kontan, Senin, 01 Juni 2009 JAKARTA. Sebanyak enam Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kembali menandatangani perjanjian rekening bersama dana abandonment and site restoration dengan perbankan Indonesia yaitu BNI dan Bank Mandiri. Jumlah dana yang disetorkan mencapai US$ 38 juta. Ke enam KKKS yang menandatangani perjanjian rekening bersama tersebut adalah BP Berau Limited dengan Mandiri dan BNI, BP Muturi Limited dengan Mandiri dan BNI, dan BP Wiriagar dengan Mandiri dan BNI. Jumlah dana yang disimpan BP untuk Lapangan Tangguh di kedua bank tersebut sebesar US$ 4,3 juta. Kemudian, ConocoPhillips menandatangani perjanjian dengan Mandiri senilai US$ 13,1 juta, Chevron Makassar Ltd dengan Mandiri senilai US$ 19,8 juta, terakhir JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi dengan Mandiri US$ 800.000. Djoko Harsono, Deputi Pengendalian Finansial BP Migas menjelaskan kerjasama ini untuk menyimpan dana pembongkaran fasilitas kerja atau pemulihan lingkungan wilayah kerja migas sesuai Production Sharing Contract. "Untuk melaksanakan kegiatan tersebut dibutuhkan dana yang besar. Karena nya KKKS harus mengalokasikan dana tersebut dalam sebuah rekening bersama di bank pemerintah. Jumlah dana yang di tandatangani hari ini adalah US$ 38 juta. Pengelolaan dana ini sedang disiapkan BP Migas," kata Djoko, Senin (1/6). Gentur Putro Jati |