Home | Sitemap | Contact |      SEARCH  
 

Kuartal III, Pendapatan Apexindo Naik 36,1 %

Jakarta -- PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar Rp 598,1 miliar pada kuartal III/2003. Nilai pendapatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan 36,1 % dibandingkan dengan periode yang sama pada 2002. Peningkatan pendapatan terjadi lantaran mulai beroperasinya tiga rig lepas pantai yang dimilikinya."Peningkatan pendapatan ini disebabkan mulai beroperasinya tiga rig lepas pantai dari total lima rig lepas pantai yang kami miliki. Pendapatan dari anjungan lepas pantai kami meningkat tajam 88,2%," kata Agustinus B Lomboan, Direktur Keuangan Apexindo dalam Public Expose, Selasa (18/11). di Jakarta.Ketiga rig yang mulai beroperasi itu adalah Rig Raissa. Rig Yani, dan Rig Maera yang pernah mengalami kebakaran di awal 2002. Namun, peningkatan pendapatan dari rig lepas pantai ini tidak diikuti oleh rig darat.Agus menyebutkan, pendapatan rig darat justru menurun 10,9% dibandingkan tahun lalu. Laba bersih Apexindo pada kuartal III/2003 ini hanya naik 4.81% dari Rp 55,380 miliar di tahun 2002 menjadi Rp 58,046 miliar. Hal yang menonjol pada kinerja Apexindo adalah lonjakan interest hearing debt (kewajiban beban bunga) akibat pinjaman bank yang dilakukan untuk membiayai ekspansinya. "Kami memperoleh pinjaman project financing dari Fortis Bank Singapura sebesar US$ 65 juta untuk pembangunan Rig Raissa dan Yani. Sedangkan. untuk refinance upgrade Rig Maera, hedging mata uang, dan garansi untuk bid kami mendapat pinjaman US$ 25 juta dari BCA," papar Agustinus.Ia menegaskan. beban pembayaran bunga dan pokok utang ini akan berkurang dari waktu ke waktu. Dengan program ekspansi yang berjalan dengan baik, perusahaan yakin pinjaman ini dapat dikembalikan sesuai pada waktunya.Tahun ini, Apexindo juga mendapatkan beberapa kontrak baru. Untuk kontrak rig lepas pantai, Apexindo mendapatkan kontrak 3 tahun dari Stat oil AS untuk Rani Woro senilai US$ 50 juta dan kontrak 3 tahun dari Total E&P Indonesie senilai US$ 40,2 juta.Sementara, kontrak yang sudah berjalan adalah untuk Rig Maera dari Total E&P Indonesia senilai US$ 21,9 juta. Untuk kontrak rig darat. ada kontrak dari Pertamina selama I tahun untuk Rig 2 senilai US$ 4,7 juta dan untuk Rig 5 selama 6 bulan senilai USS 2,2 juta. PT Ekspan Nusantara juga menjalin kontrak I tahun di Rig 11 senilai USS 2,9 juta. US$ 3,1 juta untuk Rig 14 dan kontrak 8 bulan senilai US$ 1,5 juta untuk Rig 15.Presiden Direktur Apexindo Hertiono Kartowisastro menyatakan, kontrak dari Pertamina rnerupakan kontrak-kontrak yang tidak direncanakan sebelumnya. Ia mengungkapkan optimismenya mengenai bisnis Apexindo ke depan. "Dengan digalakkannya pengelolaan geothermal oleh Pertamina dan PLN. Apexindo punya peluang karena sudah berpengalaman dan punya peralatan untuk itu." kata Hertriono.Mengenai rencana penerbitan obligasi dan dual listing di luar negeri. Agustinus menyatakan hal itu masih sekadar wacana. "Itu masih wacana, kita akan melihal bagaimana kebijakan Medco Energy (induk perusahaan Apexindo, red) dan kebutuhan perusahaan." jelasnya. Menurutnya, banyak tawaran yang diberikan untuk menerbitkan obligasi. Tetapi. untuk saat ini perusahaan menilai pinjaman bank masih lebih murah.

Edwin Sebayang, Analis Evergreen CapitalBeli APEX untuk Jangka Menengah-PanjangAnalis Evergreen Capital, Edwin Sebayang, mengatakan, pendapatan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) bergerak seiring peningkatan harga minyak dunia. Menurutnya, Apexindo harus tetap aktif mencari kontrak-kontrak baru untuk mempertahankan kinerjanya.Mengenai meningkatnya interest bearing debt, ia menyarankan agar perusahaan melakukan hedging. "Untuk pembayaran bunga, perusahaan harusmempertimbangkan situasi politik di kuartal I dan II tahun 2004 yang diperkirakan mempengaruhi peningkatan suku bunga. Sehingga. perlu dilakukan hedging terhadap cicilan pokok dan utang serta currency." paparnya. Sebagai rekomendasi, ia menyatakan saham Apexindo masih cukup menarik untuk opsi bell pada jangka menengah dan jangka panjang.