Home | Sitemap | Contact |      SEARCH  
 

Kontribusi Pendapatan Anjungan Lepas Pantai Apexindo Meningkat

Jakarta - Kontribusi pendapatan dari kontrak pengeboran minyak lepas pantai terhadap total pendapatan PT Apexindo Pratama Duta Tbk terus meningkat. Pada tahun 2004 kontribusi anjungan lepas pantai diperkirakan akan mencapai 70 persen, lebih tinggi dibanding sumbangan tahun 2003 yang diperkirakan 60 persen. Sisanya 30 persen disumbang anjungan darat.Direktur Keuangan Apexindo Agustinus B Lomboan mengungkapkan hal itu di Jakarta, Selasa (18/11). Peningkatan sumbangan pendapatan dari jasa pengeboran lepas pantai tersebut hampir bisa dipastikan akan terjadi, mengingat semua anjungan lepas pantai Apexindo tahun depan telah dapat beroperasi penuh sepanjang tahun.Seperti diberitakan sebelumnya, anjungan lepas pantai (rig offshore) Maera terbakar pada awal 2002, dan setelah diperbaiki baru mulai beroperasi kembali pertengahan tahun 2003 ini. Apexindo saat ini memiliki dan mengoperasikan empat anjungan lepas pantai untuk kedalaman maksimal 50 kaki (submersible swamp barge rig/SSB), yaitu Raisis, Maera, Raissa, dan Yani yang dikontrak oleh Total E&P Indonesie, serta satu jack-up rig (untuk kedalaman 50 sampai 350 kaki) yaitu Rani Woro yang saat ini beroperasi di Timur Tengah.Keempat rig SSB ini telah mendapat kontrak baru, total senilai 112,1 juta dollar AS untuk jangka waktu 2-4 tahun. Sementara untuk rig onshore (anjungan darat), kontrak yang dimiliki sebesar 14,4 juta dollar AS untuk jangka waktu 3-5 tahun. Adapun Rani Woro di Iran mendapat kontrak berjangka 3 tahun senilai 50 juta dollar AS.Agustinus menjelaskan, pada kuartal ketiga tahun ini Apexindo membukukan pendapatan sebesar Rp 598,1 miliar, meningkat 36,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 439,2 miliar. "Pendapatan dari anjungan lepas pantai meningkat 88,2 persen dari periode yang sama tahun lalu," ujarnya.Peningkatan ini menyebabkan kontribusi pendapatan laut terhadap total pendapatan perusahaan meningkat menjadi 65,6 persen dari tahun lalu yang hanya 47,4 persen. Peningkatan pendapatan dari anjungan lepas pantai yang terjadi pada periode ini tidak diikuti oleh pendapatan dari rig darat. Pada periode ini terjadi penurunan pendapatan rig darat sebesar 10,9 persen dibandingkan dengan tahun lalu.Mengenai rencana penambahan SSB, Agustinus menyatakan masih akan melihat-lihat keadaan tahun depan. Jika tahun depan diperoleh kontrak pengeboran yang menjanjikan, maka bisa saja penambahan SSB tersebut dilaksanakan. Adapun pendanaan untuk penambahan SSB tersebut juga akan melihat metode mana yang paling murah. Diakui, ada banyak pihak yang menawarkan skema untuk penerbitan obligasi. Akan tetapi, sejauh ini obligasi dinilai terlampau mahal dibandingkan pinjaman dari bank. "Kalaupun akan menerbitkan obligasi kita akan berkoordinasi dengan perusahaan induk, Medco," ujar Agustinus.Hingga kuartal ketiga tahun ini, aset Apexindo tumbuh 65,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan aset terjadi seiring dengan pembangunan dua anjungan.