Home | Sitemap | Contact |      SEARCH  
 

Kuartal I, Sanex dan Apexindo Catat Rugi

Selama tiga buIan pertama tahun ini, laba bersih PT Sanex Qianjing Motor. International Tbk turun 65,96% menjadi Rp 14,705 juta, dibandingkan dengan laba bersih periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 43,196 juta. Menurut manajemen Sanex Qianjing Motor, Rabu (4/5), penurunan laba bersih itu dipicu oleh melorotnya penjualan. Selama periode Januari - Maret 2005, penjualan perseroan hanya mencapai Rp3,707 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu penjualan perseroan sebesar Rp 5,011 miliar.

Sementara itu, laba usaha produsen sepeda motor asal Cina itu juga terjadi .penurunan. Pada kuartal pertarna tahun ini perseroan hanya membukukan laba usaha sebesar Rp 52,016 juta, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya Rp 133,758 juta. Sebelumnya, manajemen Sanex Qianjiang Motor berjanji akan meningkatkan terus mutu produk, agar dapat diterima masyarakat luas. Tahun lalu, perseroan telah menikmati hasil dari pengembangan mutu produk yaitu peningkatan penjualan sekitar 35%. Selain itu, para pemegang saham Sanex Qianjiang Motor telah berinvestasi di bidang perusahaan pembiayaan yakni dengan mendirikan Duta Kirana Finance, guna menunjang pemasaran Sanex Motor Indonesia. Manajemen berharap, Duta Kirana Finance dapat memperluas pasar tahun ini guna mendukung pemasaran Sanex Motor Indonesia.

Laba Apexindo Rugi bersih kuartal pertama tahun 2005, juga dialami PT Apexindo Pratama Duta Tbk Perseroan telah membukukan rugi bersih meskipun penjualan terjadi kenaikan. Hal itu diungkapkan manajemen Apexindo Pratama Duta, Selasa (3/5). Pada kuartal pertama tahun ini Apexindo membukukan rugi bersih sebesar Rp 4,62 millar. Padahal, periode yang sama tahun lalu perseroan mengantongi laba bersih sebesar Rp 20,32 miliar. Sedang penjualan bersih perusahaan pengeboran minyak itu justru mencatatkan kenaikan namun tidak signifikan. Selama periode tiga bulan pertama 2005 perseroan mencatatkan penjualan bersih Rp 237,82 miliar. Penjualan bersih itu naik tipis dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 234,93 miliar.

Adapun laba usaha perseroan sebesar Rp 49,25 miliar atau turun sebanyak 10,83%, dibanding akhir Maret 2004 yang mengantongi laba usaha Rp 55,23 miliar. Akhir April lalu, Apexindo bersama PPL Shipyard Pte. Ltd (PPL), anak perusahaan Sembcorp Marine, melakukan pemotongan baja pertama (strike steel ceremony) pada pembangunan anjungan lepas pantai (rig jack up) di Singapura. Diharapkan pembangunan rig itu dapat diselesaikan pada desember 2006, lebih cepat dari  target awal pada Januari 2007. "Ini adalah konsistensi perseroan dalam mencari jalan untuk mampu bersaing dalam kapkan manajemen Apexindo kompetisi di regional dan mempertahankan keunggulan. Karena itu, menambah rig jack up baru merupakan target utama kami," kata Direktur Utama Apexindo Hertriono Kartowisastro, beberapa waktu lalu.

Hertriono mengungkapkan, potensi pasar rig jack up khususnya di Asia Tenggara sangat menjanjikan. Dia mengacu pada hasil riset oleh sebuah institusi terkemuka bahwa saat ini kurang dari 400 rig jack up yang beroperasi di seluruh dunia, dan umumnya dibangun sebelum tahun 1980-an. Menurut dia, sebagian besar dari rig jack up tersebut sudah mendekati..akhir masa produktif, sehingga permintaan terhadap rig jack up akin semakin meningkat. (5r)