Harian Kontan, Senin, 08 Maret 2010 | 10:17 JAKARTA. Setelah dua bulan berturut-turut produksi minyak mentah (lifting) kita anjlok, lifting emas hitam Indonesia sepanjang pekan pertama Maret 2010 akhirnya berhasil menembus target. Data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukkan, pekan lalu, lifting minyak mencapai 980,95 barel per hari atau melewati target pemerintah yang dipatok dalam APBN 2010 sebesar 965.000 barel per hari. Bandingkan dengan angka produksi selama Januari lalu. Sebanyak 62 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) cuma berhasil menyedot minyak sebanyak 775.570 barel per hari. Sedang di Februari angkanya naik menjadi 844.150 per barel. Sulistya H. Wahyu, juru bicara Badan Pengelola Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengatakan, produksi minyak pada dua bulan pertama tahun ini yang jauh di bawah target lantaran terjadi masalah teknis. "Kalau kondisi normal produksi optimal berkisar 968.000 hingga 998.000 barel per hari," ujarnya, Ahad (7/3). Direktur Jenderal Migas Evita Legowo bilang, untuk memastikan produksi tahun ini mencapai target, pihaknya telah membentuk Tim Pengawasan Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi (TP3M). Tim tersebut bertugas memantau pelaksanaan Peraturan Menteri ESDM Nomor 6 Tahun 2010 tentang Pedoman Kebijakan Peningkatan Produksi Migas. TP3M menemukan, ada lima masalah yang bisa mempengaruhi produksi minyak di 2010. Pertama, penerapan Undang-Undang tentang Lingkungan Hidup. Kedua, tata ruang dan tumpang tindih lahan. Ketiga, proses persetujuan rencana pengembangan lapangan migas. Keempat, komersialisasi pemanfaatan minyak. Kelima, perpanjangan kontrak perusahan minyak dengan pemerintah yang akan berakhir dalam beberapa tahun ke depan. Fitri Nur Arifenie, Christine Novita Nababan |