JAKARTA: PT Apexindo Pratama Duta Tbk menyiapkan dana sebesar Rp750 miliar untuk melunasi obligasi perseroan yang jatuh tempo pada April tahun ini. Direktur Apexindo Agustinus Lomboan menuturkan perseroan telah menyiapkan dana sesuai dengan kewajiban pembayaran yang jatuh tempo. Kas perseroan memungkinkan untuk memenuhi pembayaran itu. "Current ratio lebih dari 1, sehingga kami siap untuk memenuhi kewajiban yang akan jatuh tempo pada tahun ini," ujarnya pekan lalu. Surat utang Apexindo yang akan jatuh tempo pada April adalah obligasi seri I senilai Rp510 miliar, serta sukuk Syariah Ijarah, yang seluruhnya diterbitkan pada 2005. Perseroan tercatat juga masih memiliki obligasi lainnya sebesar total Rp600 miliar. Surat utang tersebut terdiri dari obligasi seri A sebesar Rp300 miliar yang jatuh tempo pada 2012 dan obligasi seri B senilai Rp300 miliar jatuh tempo pada 2014. Kedua jenis surat utang ini diterbitkan pada 2009. Kupon obligasi Seri A sebesar 13,9% per tahun dan Seri B 15,0% per tahun. Agustinus juga menyebutkan perseroan akan mengalokasikan belanja modal tahun ini tidak jauh beda dari tahun sebelumnya. Mengacu pada jumlah itu, perseroan menganggarkan capital expenditure (capex/belanja modal) sekitar US$15 juta. "Kami akan menggunakan belanja modal tahun ini untuk perawatan rutin. Membaiknya harga minyak memungkinkan perseroan membukukan kinerja yang lebih baik dari tahun lalu," lanjut Agustinus. Berdasarkan data Bisnis, Apexindo akan mengalokasikan dana yang diperoleh untuk membeli anjungan produksi dan penyimpanan minyak (floating production storage offloading/ FPSO). Laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum Obligasi Apexindo Pratama Duta II Tahun 2009 dengan tingkat bunga tetap senilai Rp600 miliar menyebutkan perseroan belum menggunakan dana emisi obligasi itu dengan optimal. Per 31 Desember 2009, dana yang diperoleh dari penawaran obligasi pada Juni 2009 senilai Rp600 miliar baru terpakai Rp7,18 miliar bagi biaya penawaran umum. Sisanya, senilai Rp592,61 miliar belum direalisasikan bagi ekspansi perseroan. Pada akhir Desember 2009, Mitra International yang merupakan induk Apexindo menyatakan berencana melego Apexindo guna mengurangi jumlah utangnya yang menembus Rp8,29 triliun menjadi sekitar Rp3,5 triliun. Saat itu, Direktur Mitra International Inu Dewanto Koentjaraningrat mengatakan pihaknya akan melakukan divestasi 98,14% saham Apexindo. Apexindo merupakan anak usaha PT Mitra International Resources Tbk, setelah sebelumnya perusahaan ini dibeli dari PT Medco Energi Internasional Tbk. Perusahaan ini sebelumnya juga pernah menyatakan akan membeli 22,5% saham PT Pangansari Utama, perusahaan di bidang usaha jasa boga dan industri makanan. Namun, rencana ini tidak dilanjutkan. Oleh Bambang P. JatmikoBisnis Indonesia |