Bisnis Indonesia, Kamis, 29/10/2009 JAKARTA: Pemerintah akan melepas stok minyak mentah hingga 4 juta barel hingga akhir tahun sebagai upaya untuk menambal lifting minyak mentah yang masih jauh di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2009. Dirjen Minyak dan Gas Bumi Evita Herawati Legowo mengatakan hingga kuartal ketiga 2009 posisi produksi minyak berada di posisi 949.270 barel per hari atau minus sekitar 11.000 bph dari target APBN 2009 sebanyak 960.000 bph. Bahkan, berdasarkan data per akhir September, lifting minyak mentah nasional lebih rendah dari produksi yaitu di posisi 935.350 bph atau 24.650 bph di bawah target. Untuk menutupinya, kata Evita, pemerintah akan melepas stok minyak mentah sekitar 1 juta barel bulan depan dan meningkat menjadi 4 juta barel pada akhir tahun. "Pada November akan dilepas 1 juta barel. Sisanya 2 sampai 3 juta barel akan kami lepas sampai dengan akhir tahun," jelasnya kemarin. Dengan melihat kecenderungan yang ada, untuk mencapai tingkat produksi rata-rata setahun di level 960.000 bph, dalam kuartal keempat produksi minyak mentah harus mencapai sedikitnya 992.307 bph. Beban itu semakin tinggi menyusul konfirmasi Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Perwakilan BP Migas Amir Hamzah yang mengatakan tingkat lifting minyak mentah Tanah Air hingga akhir September lalu turun ke level 935.350 bph atau 97,43% dari target. Beberapa lapangan yang diharapkan untuk menambah produksi tahun ini hingga kini belum ada tanda-tanda untuk memberikan kontribusi signifikan. Blok Cepu molor Blok Cepu yang diharapkan bisa berkontribusi rata-rata 5.000 bph dalam setahun apabila mulai produksi 20.000 bph pada Agustus, ternyata molor bahkan hingga Desember mendatang. Kepastian itu diperoleh setelah salah satu pembeli siaga, Tri Wahana Universal membutuhkan waktu setidaknya sebulan untuk proses commissioning kilang. Menurut Dirut TWU Rudy Tafinos, keterlambatan itu terjadi karena pihaknya baru mendapatkan minyak pada 12 Oktober, atau 42 hari terhitung sejak target permulaan produksi Blok Cepu pada 31 Agustus. "Kami mulai start up kilang pada 13 Oktober. Commissioning membutuhkan waktu setidaknya sebulan terhitung sejak kami menerima minyak. Itu sudah cukup cepat untuk commissioning kilang." Di sisi lain, blok migas yang juga diharapkan memberikan kontribusi besar, seperti South Sumatera Extention, hingga kini belum mendapatkan persetujuan perpanjangan kontrak. Sebelumnya, Amir Hamzah menyebutkan potensi tambahan produksi minyak dari lapangan baru saat ini mencapai 78.800 bph. Itu diperoleh dari sekitar 9 lapangan, termasuk dua blok yang dalam proses perpanjangan. Upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi menjadi salah satu fokus kerja yang disiapkan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh untuk sektor migas. Bahkan, belum lama ini dia mengatakan akan menggenjot investasi, baik untuk kegiatan eksplorasi, produksi, maupun penyiapan infrastruktur penyimpanan dan distribusi. Sementara itu, Evita memastikan rencana pengembangan (plan of development/PoD) Lapangan Abadi, Blok Masela tidak akan tuntas pada tahun ini karena masih menunggu hasil kajian konsultan independen. Sejauh ini, pemerintah belum menunjuk konsultan independen karena masih harus menyelesaikan term of reference tender. "Beauty contest [konsultan independen] mungkin baru selesai akhir tahun," jelasnya. Rudi Ariffianto |