Apexindo News

Apexindo Annual General Meeting Of Shareholder and Extraordinary General Meeting Of Shareholder

Apexindo News

In Thursday, August 5, 2020, Apexindo held Annual General Meeting of Shareholder (AGMS) and Extraordinary General Meeting of Shareholder. Located in multifunction hall in Apexindo’s head office, AGMS and EGMS  attended by the Board of Directors namely Bapak Zainal Abidinsyah Siregar as President Director, Bapak Erwin Sutanto as Vice President Director, and Bapak Mahar Atanta Sembiring as Director. 

This meeting also led by Apexindo’s President Commissioner, Bapak Irawan Sastrotanojo, and also attended by the Independent Commissioner, Bapak Robinson Simbolon. This AGMS attended by 80.52% share olders, and in the EGMS anttended by 80.53% of shareholders. All of agenda in AGMS and EGMS was approved by the  shareholders.

Rig 9 Reach 14 Years Without Lost Time Incident

Apexindo News

Rig 9 successfully reached 14 (fourteen) years operating without lost time incident (LTI). This record also recognized by International Association of Drilling Contractors (IADC) in appreciation letter and certificate that issued to Apexindo in July 2020. The success of Rig 9 in maintaining work safety has made this rig the longest LTI-free achievement among all Apexindo's onshore rigs.

In addition to good safety achievements, in the history of Apexindo, Rig 9 has also recorded another important record which is the success of maintaining cooperation with one client, namely VICO Indonesia in the East Kalimantan area for 25 (twenty five) years continuously, from 1991 to 2016. This record is a milestone for the Company in building good relationships with clients, as well as proving Apexindo's ability to consistently perform well.

Apexindo accomplished “hat-trick” during the industry downturn

In the last three month from December 2016 to early February 2017, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (“Apexindo”/the “Company”) has received 3 (three) recognition awards for the performance on 3 (three) drilling rig contracts. The Company has been given certified recognitions by Petronas Indonesia (PC North Madura II Ltd) for the successful performance of Tasha jack up rig on well BTE-1 and Kepodang project of well KEJT-C3 and KEJT-C4 offshore via Madura; from PHE Randugunting for the outstanding performance of Apexindo Rig 2 on the RGT drilling project onshore in Rembang, Central Java; and from Pertamina Geothermal Energy for the successful operations of Apexindo Rig 4 in drilling geothermal wells in the Lahendong area of North Sulawesi.

“These awards are reflections of the reliable service quality provided by Apexindo. During this downturn in the industry, where we experienced a significant reduction of drilling activity, I am proud to see a result of our consistency in maintaining a high standard of services. Our day rates have been reduced by up to 40% if not more in the past few years; however it is our commitment to always deliver the highest performance. We are committed to excellence”, stated Zainal Abidinsyah Siregar, the President Director of Apexindo.

Aside of the consistent performance, our knowledge and experience in onshore and offshore operations are a solid base for successful long-standing business partnership with prominent locally based clients in addition to multi-national foreign companies, such as Total E&P Indonesie in Delta Mahakam, and VICO Indonesia in East Kalimantan area where we have been consistently operating rigs for over 25 years.

Apexindo received a Recognition Award from Petronas Indonesia

Apexindo News

November 23, 2016
PT Apexindo Pratama Duta Tbk (“Apexindo”/the “Company”) received a recognition award from Petronas Indonesia (PC North Madura II Ltd) for the performance of Tasha jack up rig in well BTE-1.

The award is an acknowledgement for the achievement of zero Loss Time Incident during Tasha’s drilling campaign in August 2016 to October 2016.

Well BTE-1 is the first well drilled by Tasha, as the rig is contracted for a 3 wells program by Petronas Indonesia. Previously, Tasha was working under a contract with Petronas Carigali Sdn.Bhd. in Malaysian waters since first quarter 2015 and the contract was completed in July 2016.

“This award is a result of consistency in implementing safety behaviors which has been demonstrated by the crew. However, this achievement is also a challenge for us to maintain or even improve our performance”, stated Zainal Abidinsyah Siregar, the President Director of Apexindo.

During the years, Apexindo has received numerous awards and appreciation letters from reputable clients for its performance. Those awards are a reflection of service quality provided by Apexindo, as stated in the Company’s commitment statement of “Committed to Excellence”, to always deliver the highest performance in order to achieve the Company’s vision and mission.

Apexindo Welcomes Chief of SKK Migas at SCM Summit 2015

Apexindo News

April 14, 2015
The Management of Apexindo welcomes Chief of SKK Migas, Amien Sunaryadi, at Apexindo's booth during SCM Summit 2015. Attending the event Mr. Irawan Sastrotanojo (President Commissioner), Mr. Zainal Abidinsyah Siregar (President Director) who delivered a brief presentation regarding the Company's asset, including the newly-built rig Tasha.

SEARCH PAGE  

Media Clipping

Ini Strategi Bisnis Apexindo Pratama Duta (APEX) di Semester II-2020

PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) mengalami penurunan kinerja keuangan akibat dampak tekanan harga minyak global yang berpengaruh pada aktivitas hulu migas. Walau begitu, APEX akan terus memanfaatkan setiap peluang bisnis yang ada di sisa tahun ini. Sebagai catatan, pendapatan APEX turun 19,39% (yoy) menjadi US$ 44,33 juta di semester satu lalu. Di saat yang sama, perusahaan ini juga menderita rugi bersih sebesar US$ 10,43 juta.

General Manager Corporate Finance & Investor Relations APEX Pretycia Darma menyatakan, APEX masih berusaha mendapatkan kontrak-kontrak jasa migas baru melalui serangkaian proses. Dalam hal ini, APEX akan terus aktif mengikuti berbagai survei pasar maupun prakualifikasi yang diadakan oleh perusahaan-perusahaan energi di dalam dan luar negeri. “Walaupun proses tersebut terkadang tidak diikuti dengan proses tender,” tambahnya, Rabu (5/8).

Di sisi lain, bisa saja APEX memutuskan untuk tidak mengikuti proses tender apabila program yang ditawarkan oleh calon pelanggan tidak menguntungkan secara ekonomis. Misalnya, jumlah sumur yang direncanakan untuk dibor tergolong sedikit serta harga sewa rig yang ditawarkan oleh calon klien rendah.

Padahal, hingga September 2014 perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 13,66 meningkat dibandingkan rugi bersih yang diderita perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya US$ 9,51 juta. Menurut Pretycia, kontrak baru yang telah berhasil dikantongi perseroan yang sebesar US$ 614,2 juta hingga tiga tahun ke depan menjadi salah satu faktor APEX percaya diri dalam memberikan targetnya.

Pretycia pun memastikan, APEX akan tetap melanjutkan penerapan strategi efisiensi dan pengendalian biaya dalam setiap kegiatan operasional perusahaan. Hal ini dilakukan agar perusahaan tersebut terhindar dari risiko berlanjutnya tekanan di industri migas.

Kontan.co.id, August 5, 2020.

Source: https://industri.kontan.co.id/news/ini-strategi-bisnis-apexindo-pratama-duta-apex-di-semester-ii-2020

Apexindo Cetak Pendapatan US$ 93,91 Juta

Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) membukukan pendapatan sebesar US$ 93,91 juta. Jumlah ini tumbuh 2,51% (yoy) dibandingkan pendapatan di tahun 2018 sebesar US$ 91,61 juta. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin. Perusahaan jasa penunjang minyak dan gas (migas) ini mencatatkan penurunan beban langsung sebesar 24,19% (yoy) menjadi US$ 74,96 juta di tahun 2019, sedangkan di tahun sebelumnya beban langsung emiten tersebut mencapai US$ 98,88 juta. Kemudian perseroan mampu mengantongi laba bersih sebanyak US$ 20,35 juta sepanjang tahun lalu. Padahal, di tahun sebelumnya perusahaan harus menderita kerugian bersih sebesar US$ 103,80 juta. 

Jika ditelusuri, mayoritas pendapatan APEX sepanjang tahun 2019 berasal dari jasa pemboran sebesar US$ 86,41 juta. Kemudian, pendapatan dari segmen mobilisasi dan demobilisasi sebesar US$ 500.000 serta pendapatan lain-lain sebesar US$ 7 juta. Dari sisi pelanggan, tahun lalu APEX meraup pendapatan dari PT Pertamina Hulu Mahakam sebanyak US$ 64,99 juta. Lalu, diikuti oleh pendapatan dari PT PHE Offshore North West Java sebesar US$ 21,66 juta dan PT Pertamina Geothermal Energy sebesar US$ 6,92 juta. Hingga akhir tahun 2019, APEX memiliki aset sebanyak US$ 500,72 juta. Jumlah tersebut terdiri dari aset lancar sebanyak US$ 66,63 juta dan aset tidak lancar sebanyak US$ 432,09 juta. 

Neraca.co.id, Tuesday, June 9, 2020.

Source: https://www.neraca.co.id/article/132459/apexindo-cetak-pendapatan-us-9391-juta

Sektor Migas Bertahan di Tengah Tantangan Pandemi

Pandemi corona (Covid-19) memukul harga minyak. Kondisi ini berdampak terhadap perusahaan minyak. Banyak dari mereka terpaksa menunda proyek hulu karena tidak ekonomis. Tak pelak, kondisi itu turut berdampak terhadap kinerja perusahaan jasa penunjang minyak dan gas (migas). PT Apexindo Pratama Duta Tbk mengaku terdampak corona. Meski begitu, manajemen emiten berkode APEX ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menyebut tidak melakukan PHK ataupun pengurangan gaji karyawannya. General Manager Corporate Finance APEX Pretycia Darma mengatakan, manajemen APEX selalu berupaya memastikan kesejahteraan, kesehatan, hingga keselamatan para karyawannya yang bekerja di tengah ancaman virus corona. Sejauh ini, para karyawan APEX masih bekerja sesuai tanggung jawab masing-masing. Untuk karyawan kantor, APEX memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sesuai ketentuan pemerintah. Sedangkan untuk kru yang bekerja di lapangan, mereka tetap bekerja dengan mengikuti jadwal crew change dan prosedur pencegahan Covid-19 yang berlaku. 

"Semua karyawan kami bekerja dengan tetap memperhatikan SOP perusahaan tentang bekerja di situasi pandemi demi kesehatan dan keamanan bersama," ungkap Pretycia, Jumat (29/5). Pretycia pun berharap dukungan aktif pemerintah di tengah situasi serba sulit seperti sekarang ini. Salah satunya dengan terus mendorong pelaksanaan program pengeboran migas sesuai target yang ditetapkan. Sebisa mungkin tidak ada perubahan jadwal atau malah pembatalan program pengeboran, ujar dia. 

Insight.kontan.co.id, Saturday, May 30, 2020

Source: https://insight.kontan.co.id/news/sektor-migas-bertahan-di-tengah-tantangan-pandemi

Meski Penuh Tantangan, Apexindo Pratama Duta (APEX) Tetap Jaga Kesejahteraan Karyawan

Perusahaan jasa penunjang minyak dan gas (migas) PT Apexindo Pratama Duta Tbk tengah menghadapi tantangan wabah virus corona yang diikuti oleh tren penurunan harga minyak global. Namun demikian, emiten berkode APEX ini menyebut tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) ataupun pengurangan gaji para karyawannya. General Manager Corporate Finance APEX Pretycia Darma menyampaikan, manajemen APEX berupaya memastikan kesejahteraan, kesehatan, hingga keselamatan para karyawannya yang bekerja di tengah ancaman virus crona. 

Sejauh ini, para karyawan APEX masih bekerja sesuai tanggung jawab masing-masing. Untuk karyawan kantor, APEX memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sesuai ketentuan pemerintah. Sedangkan untuk kru yang bekerja di lapangan, mereka tetap bekerja dengan mengikuti jadwal crew change dan prosedur pencegahan Covid-19 yang berlaku. Ambil contoh, APEX menerapkan langkah antisipasi berupa karantina selama 14 hari dengan pengawasan dokter bagi para kru yang akan bertugas ke rig maupun yang baru selesai bertugas dari rig. Selain itu, disediakan pula Alat Pelindung Diri (APD) serta program penyemprotan disinfektan secara berkala di rig-rig milik perusahaan. 

“Semua karyawan kami bekerja dengan tetap memperhatikan SOP perusahaan tentang bekerja di situasi pandemi demi kesehatan dan keamanan bersama,” ungkap Pretycia, Jumat (29/5). Terlepas dari itu, adanya beberapa prosedur dan tindakan yang mesti dilakukan untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kesehatan karyawan membuat biaya pengeluaran APEX membengkak selama menghadapi pandemi virus corona. Hanya, Pretycia belum bisa mengungkapkan besaran biaya pengeluaran dan kondisi arus kas terkini APEX secara rinci. 

Kontan.co.id, Friday, May 29, 2020.

Source: https://industri.kontan.co.id/news/meski-penuh-tantangan-apexindo-pratama-duta-apex-tetap-jaga-kesejahteraan-karyawan

Apexindo Pratama Duta (APEX) Yakin Bisa Memenuhi Kewajiban Utang Di Tengah Tekanan

Perusahaan jasa penunjang minyak dan gas (migas), PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) mengaku masih memiliki kemampuan untuk memenuhi pembayaran utangnya ditengah pandemi corona dan tren penurunan harga minyak. Sebagai informasi, per kuartal ketiga 2019 lalu APEX memiliki utang usaha kepada pihak ketiga sebanyak US$ 13,09 juta. Dari jumlah tersebut, US$ 10,34 juta di antaranya merupakan utang usaha jangka pendek sedangkan sisanya yakni US$ 2,75 juta merupakan utang usaha jangka panjang. 

Adapun arus kas bersih dari aktivitas operasi yang dimiliki oleh APEX di kuartal tiga tahun lalu sebesar US$ 8,27 juta. GM Corporate Finance APEX Pretycia Darma mengatakan, APEX masih mempunyai kemampuan untuk membayar utang-utangnya berkat adanya pemasukan dari sejumlah kontrak pengeboran migas yang berjalan saat ini. Namun, pihak APEX berharap adanya dukungan aktif dari pemerintah dalam kondisi sulit seperti saat ini. “Salah satunya dengan terus mendorong pelaksanaan program pengeboran migas sesuai target yang ditetapkan, sehingga bisnis perusahaan jasa migas tetap berjalan,” ungkap dia, Senin (27/4) malam.

Seiring penurunan harga minyak global yang cukup signifikan, jika pemerintah tidak mendukung pelaksanaan kegiatan pengeboran migas dalam negeri, maka perusahaan-perusahaan jasa pendukung migas akan mengalami kesulitan bahkan terancam tidak bisa bertahan. Di samping utang usaha, saat ini APEX mencatat kenaikan biaya pengeluaran akibat dampak wabah corona. Biaya tersebut sehubungan dengan prosedur dan tindakan yang harus dilakukan APEX demi memastikan keselamatan, keamanan, dan kesehatan para karyawan. 

Kontan.co.id, Wednesday, April 29, 2020

Source: https://industri.kontan.co.id/news/apexindo-pratama-duta-apex-yakin-bisa-memenuhi-kewajiban-utang-di-tengah-tekanan

SEARCH PAGE  

Gallery of Events

SEARCH PAGE  

  • February 6, 2020, As one of the Company’s social responsibility program, Apexindo help Daarul Rahman Boarding School to build sports facility for futsal, basketball, and volley on 2.325 m2 area. Company also donate for the boarding school sports development.
  • February 21, 2020, Apexindo helds its Extraordinary General Meeting of Shareholders in Apexindo Jakarta Office.
  • May 13-22, 2020, Apexindo shares about 500 donation for orphan, widow, and unfortunate peoples during Ramadhan 2020. Donations not only given in Jakarta, but also in Bekasi, Tangerang, Bojonegara, Banten and Balikpapan.
  • July 31, 2020, On the holy day of Eid al-Adha 1441 H, Apexindo gives 4 qurban animals in Jakarta, Bojonegara and Balikpapan.
  • August 5, 2020, Apexindo helds its Annual General Meeting of Shareholders and Extraordinary General Meeting of Shareholders in Apexindo Jakarta Office.